East Ventures

Share

31 Mei 2023

From Portfolios

Bioteknologi dan masa depan kesehatan di Indonesia

Etana adalah perusahaan bioteknologi Indonesia dengan misi menyediakan produk bio-farmasi berkualitas tinggi, terjangkau, dan inovatif untuk ASEAN and negara Muslim lainnya.

Sebagai negara dengan populasi yang berkembang pesat dan permintaan akan layanan kesehatan berkualitas yang terus meningkat, peran penting bioteknologi di Indonesia tidak dapat diabaikan. Pengembangan bioteknologi bukan hanya cara untuk memenuhi kebutuhan penduduk, tetapi juga menjadi jalan untuk mencapai kemandirian nasional dalam bidang kesehatan. Memanfaatkan bioteknologi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan penduduk sangat penting dalam membangun sistem kesehatan negara yang tangguh.

Namun, Indonesia masih tertinggal dalam pengembangan bioteknologi. Menurut Global Biotechnology Innovation Scorecard 2021, Indonesia menempati peringkat ke-52 dari 54 negara dalam pengembangan bioteknologi. Indonesia juga masih mengandalkan bahan baku obat impor, dan sektor bioteknologi dalam negeri masih dalam tahap awal.

Dalam memajukan lanskap kesehatan Indonesia, ada dua alasan kuat mengapa perusahaan teknologi kesehatan sangat penting, terutama untuk mengembangkan bioteknologi dalam aplikasi medis. Pertama, white paper “Genomics: Leapfrogging into the Indonesian health future”  yang dirilis East Ventures mencatat bahwa Indonesia mengalami peningkatan kasus resistensi antimikroba, yang membuat antibiotik dan obat antimikroba menjadi kurang efektif dan infeksi semakin sulit diobati. Kedua, kita menghadapi tantangan dalam pengobatan utama menggunakan obat-obatan yang disintesis secara kimia, karena memerlukan terapi yang lebih agresif. Indonesia masih sangat bergantung pada produk biologi onkologi impor, sehingga perlu mengembangkan produksi biologis lokal untuk infeksi, hipertensi jantung, kanker, dan penyakit ginjal.

Didirikan pada tahun 2014, Etana adalah perusahaan bioteknologi Indonesia terkemuka yang hadir untuk menghadapi tantangan ini. Etana telah menjadi perintis dalam merevolusi sistem kesehatan negara. Melalui karya inovatifnya dengan platform biologis, Etana menjadi ujung tombak kemajuan bioteknologi di Indonesia. Etana baru-baru ini mendapatkan pendanaan dari East Ventures dan investor global lainnya untuk memperkuat pengembangan bisnis perusahaan, terutama produk onkologi untuk menjadi produsen bahan baku obat biologi.

Kami percaya pada Etana dan misi mereka untuk mengubah layanan kesehatan di Indonesia melalui pengembangan bioteknologi. Upaya Etana dalam teknologi mRNA dan antibodi monoclonal dapat menghasilkan solusi inovatif bagi pasien yang membutuhkan, serta mengubah lanskap perawatan kesehatan di Indonesia.

Pionir bioteknologi untuk produksi lokal 

Kemajuan luar biasa dalam bioteknologi baru-baru ini berasal dari platform RNA. Teknologi mRNA memiliki potensi besar untuk sistem kesehatan Indonesia. mRNA menyediakan platform pengembangan vaksin yang fleksibel dan dapat dengan cepat disesuaikan menanggapi permintaan akan produk biofarmasi yang inovatif, termasuk vaksin kanker.

Di Asia Tenggara, Etana adalah perusahaan farmasi pertama yang menggunakan teknologi mRNA dan platform berbasis viral peptides untuk produksi vaksin. Dengan memanfaatkan teknologi mRNA, Etana berhasil mengembangkan vaksin mRNA COVID-19 yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM). Pencapaian ini diapresiasi oleh Presiden Joko Widodo sendiri.

“Peresmian pabrik biofarmasi Etana oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito dan Presiden Direktur Etana Nathan Tirtana. Pabrik yang diresmikan pada Oktober 2022 ini berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung (JIEP), Jakarta. Sumber foto: Etana”

Komitmen Etana meluas ke produksi mammalian cell sebagai bahan obat antibodi monoclonal. Dengan membangun kapasitas produksi ini, Etana memastikan kemampuan produksi dengan kandungan lokal dan teknologi tinggi. Etana juga akan memproduksi bevacizumab biosimilar, obat antibodi monoklonal anti-VEGF rekombinan manusia untuk pasien kanker di Indonesia. Dengan menggunakan sel mamalia untuk menghasilkan protein terapeutik, produk yang dihasilkan lebih menyerupai protein manusia endogen, sehingga fungsional dan relevan secara klinis. Strategi ini memungkinkan Etana untuk meningkatkan kapasitas produksi zat obat biologis mereka.

Ke depan, Etana akan fokus pada produksi lokal dan transfer teknologi bekerja sama dengan mitra. Tujuan mereka adalah untuk meningkatkan jalur pengobatan dengan menggantikan atau menghadirkan tambahan untuk terapi produk kimia dengan produk biologis sebagai alternatif, sehingga memperluas pilihan pengobatan yang tersedia untuk pasien. Etana juga melakukan edukasi, diskusi, dan konsultasi dengan institusi dan asosiasi medis untuk mendorong dialog dan berbagi pengetahuan. Hal ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran dan pemanfaatan produk biologis dalam komunitas medis.

Etana sangat menekankan pentingnya memastikan sertifikasi halal dan ketertelusuran semua produk mereka. Dengan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, mematuhi standar halal sangatlah penting. Vaksin mRNA COVID-19 Etana telah memperoleh sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, sehingga menjamin jangkauan pasien yang lebih luas. Dengan memprioritaskan kedua hal ini, Etana tidak hanya memenuhi kebutuhan populasi Muslim Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmennya terhadap kepatuhan dan kesesuaian produk.

East Ventures melihat Etana sebagai pelopor dalam gelombang baru lanskap kesehatan Indonesia: memanfaatkan bioteknologi untuk mempromosikan produksi lokal. Kami akan terus mendukung perusahaan teknologi kesehatan seperti Etana dalam mengatasi tantangan kesehatan Indonesia, demi menciptakan bangsa yang lebih sehat.