...
Climate Impact Innovations Challenge 2026
Press Release

Climate Impact Innovations Challenge kembali hadir dengan total hadiah terbesar sebesar Rp15 miliar dan mitra baru

East Ventures
Share

Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) kembali hadir untuk edisi keempatnya dengan total hadiah yang ditingkatkan menjadi Rp15 miliar – naik Rp5 miliar. Dihadirkan oleh East Ventures, perusahaan venture capital (VC) terkemuka yang telah mendukung lebih dari 300 perusahaan teknologi di Asia Tenggara, Temasek Foundation, organisasi filantropi berbasis di Singapura yang mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan di Asia, dan dengan tambahan Tencent sebagai mitra baru, pemimpin teknologi global yang dikenal karena mengembangkan produk dan layanan inovatif yang menghubungkan manusia dan memberdayakan industri di seluruh dunia, CIIC terus memperkuat posisinya sebagai kompetisi inovasi teknologi iklim terbesar di Indonesia.

Tahun ini, CIIC 2026 berkomitmen untuk memberikan penghargaan khusus berupa kredit karbon pra-pembelian senilai US$1 juta kepada finalis terpilih, untuk mendukung pengembangan dan penerapan solusi iklim yang berdampak baik. Berbagai solusi ini bertujuan untuk mengatasi tantangan ekologis yang mendesak dan membantu mengurangi dampak buruk dari perubahan iklim.

“Kami merasa terhormat untuk kembali menghadirkan CIIC 2026, yang mencerminkan keyakinan kuat kami bahwa teknologi dan kewirausahaan adalah penggerak utama solusi iklim. Dalam beberapa tahun terakhir, CIIC telah menjadi platform yang memberdayakan para inovator untuk mengubah ide-ide berani menjadi solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan lingkungan paling mendesak di Indonesia. Dengan menyatukan para founder, investor, dan mitra ekosistem, kami memiliki tujuan untuk mempercepat pengembangan dan adopsi teknologi iklim yang dapat menciptakan dampak yang bermakna dan berkelanjutan,” kata Avina Sugiarto, Partner East Ventures.

“Climate Impact Innovations Challenge, dalam beberapa tahun terakhir, telah berkembang menjadi platform yang kuat dan katalitik dalam mendorong inovasi keberlanjutan berdampak nyata di Indonesia dan Asia. Tahun ini, kami meningkatkan ambisi kami dengan total hadiah yang lebih besar dan dukungan yang lebih kuat untuk mempercepat perjalanan ini. Temasek Foundation bangga untuk kembali bermitra dengan East Ventures dan menyambut Tencent – bersama-sama, kami bertujuan untuk membantu lebih banyak inovator mengubah ide-ide berani menjadi dampak yang berarti bagi manusia dan planet,” kata Heng Li Lang, Head, Climate & Liveability, Temasek Foundation.

“Di Tencent, kami berkomitmen untuk mendorong perubahan positif yang berkelanjutan dengan menggunakan teknologi sebagai kekuatan untuk kebaikan. Kami bangga berkolaborasi dengan East Ventures dan Temasek Foundation dalam CIIC 2026 untuk memajukan inovasi iklim dan meningkatkan skala solusi berpotensi tinggi di berbagai pasar. Bersama-sama, kami bertujuan untuk membina ekosistem inovasi iklim yang lebih tangguh, maju, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap dapat memberdayakan generasi inovator berikutnya melalui kemitraan yang akan dibangun dari platform ini,” kata Dr. Xu Hao, Vice President of Sustainable Social Value, Tencent.

Tahun ini, CIIC 2026 berfokus pada tiga trek:

  • Transisi Energi: Solusi inovatif yang mendorong adopsi energi terbarukan, sistem mobilitas berkelanjutan, dan efisiensi sumber daya. Tujuannya adalah untuk memungkinkan transisi energi yang inklusif dan hemat biaya yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri. 
  • Solusi Pangan & Alam: Solusi inovatif berbasis alam yang mendorong pelestarian, pemulihan atau perbaikan di berbagai ekosistem darat dan karbon biru, termasuk pertanian yang memiliki resiliensi terhadap perubahan iklim dan memajukan sistem pangan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk mewujudkan berbagai strategi inklusif yang menjamin ketahanan pangan dan memulihkan keseimbangan ekologis.
  • Ekonomi Sirkular: Solusi inovatif yang mendorong sirkularitas limbah dan air serta membantu beradaptasi dengan bencana terkait iklim. Tujuannya adalah untuk mencegah dan mengelola polusi, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Kompetisi ini berlangsung dari April hingga Oktober 2026, dengan beberapa agenda utama, antara lain:

  • Periode pendaftaran (April – Juni 2026)
  • Pengumuman finalis (Agustus 2026)
  • Mentorship (Agustus 2026)
  • Grand Finale (September/Oktober 2026)

Sejak diresmikan pada Maret 2023, CIIC telah menunjukkan dampak yang jelas dalam memajukan inovasi dan mempercepat penerapan solusi berkelanjutan di Indonesia. Inisiatif ini telah menyatukan berbagai mentor senior, mitra strategis, dan pemangku kepentingan industri dari perusahaan terkemuka seperti PLN, Sinarmas, dan Triputra Agro Persada untuk membantu memperkuat ekosistem teknologi iklim. Dengan dukungan katalis yang diberikan, para pemenang sebelumnya telah mencapai tonggak penting dalam teknologi, komersialisasi, dan validasi global.

Di antaranya, BANIQL telah berkembang dan menjadi contoh nyata bagi dampak sektor hilir. BANIQL telah mengembangkan teknologi eksklusif untuk memproduksi bahan baku nikel untuk aplikasi baterai dari bijih, dengan potensi untuk secara signifikan mengurangi jejak lingkungan dari produksi nikel. Didukung oleh CIIC, BANIQL kemudian memperoleh dana hadiah tambahan dari Pemerintah Korea Selatan untuk mendukung komersialisasi global produk nikelnya. Kemajuannya juga telah diakui secara internasional melalui terpilihnya mereka dalam kelompok Creative Destruction Lab Minerals 2024-2025 dan statusnya sebagai finalis WIPO Global Awards 2025. Teknologi BANIQL telah menunjukkan penggunaan energi hingga 95% lebih rendah dan konsumsi air hingga 80% lebih rendah dibandingkan dengan metode produksi nikel konvensional.

Qarbotech merupakan contoh lain dari dampak yang dihadirkan CIIC dalam mendukung solusi iklim yang dapat diterapkan secara luas untuk pertanian. Perusahaan ini berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian melalui peningkatan fotosintesis, yang menunjukkan peningkatan hasil panen hingga 30%. Solusi mereka telah divalidasi oleh pihak ketiga di lebih dari 40 jenis tanaman dan 8.000 hektar lahan pertanian komersial. Qarbotech juga terpilih sebagai salah satu Breakthrough Energy Fellow 2025, menjadi perusahaan Malaysia pertama yang bergabung dalam program tersebut.

Dari beberapa edisi terakhir, CIIC telah menerima lebih dari 1.300 peserta dari lebih dari 60 negara.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, kunjungi situs web CIIC di climateimpactinnovations.com.