...
The nine finalists of Climate Impact Innovations Challenge 2026
Press Release

Sembilan finalis Climate Impact Innovations Challenge 2026 akan bersaing memperebutkan Rp15 miliar untuk memajukan solusi iklim di Indonesia

East Ventures
Share

Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026 hari ini mengumumkan sembilan finalis yang terpilih untuk melaju ke tahap berikutnya dalam kompetisi teknologi inovasi iklim terbesar di Indonesia. CIIC 2026 dihadirkan oleh East Ventures, perusahaan venture capital (VC) terkemuka di Asia Tenggara, Temasek Foundation, organisasi filantropi berbasis di Singapura yang mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan di Asia, dan Tencent, pemimpin teknologi global yang dikenal karena mengembangkan produk dan layanan inovatif yang menghubungkan manusia dan memberdayakan industri di seluruh dunia. 

Memasuki edisi keempatnya, CIIC 2026 menawarkan total hadiah sebesar Rp15 miliar untuk mendukung uji coba dan pengembangan solusi iklim inovatif di Indonesia. Para finalis terpilih juga berkesempatan memperoleh penghargaan khusus berupa kredit karbon pra-pembelian senilai US$1 juta, untuk semakin mendukung penerapan dan pengembangan solusi-solusi iklim tersebut.

Setelah melalui proses evaluasi yang ketat, sembilan solusi berpotensi tinggi terpilih dari lebih dari 850 pendaftar yang berasal dari sekitar 60 negara. Pendaftar terbagi dalam tiga kategori kompetisi, dengan kategori Ekonomi Sirkular menyumbang 38,2% dari total pendaftar, disusul Solusi Pangan & Alam sebesar 34,3% dan Transisi Energi sebesar 27,5%. Indonesia mencatat jumlah pendaftar terbanyak, diikuti oleh India, Singapura, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Berikut adalah sembilan finalis Climate Impact Innovations Challenge 2026:

Trek Transisi Energi:

  • CRecTech (Singapura): Mengubah biogas kelapa sawit menjadi bio-metanol dengan biaya 50% lebih rendah, serta mengurangi emisi hingga 93%.
  • Phase Two Chemicals (Tiongkok): Mengurangi biaya pemutihan pulp dan kertas hingga 25% serta emisi hingga 80% melalui produksi hidrogen peroksida langsung di lokasi.
  • Sun Ice Energy (Singapura): Menghadirkan cold storage bertenaga surya yang mengurangi penggunaan diesel hingga 90%, sekaligus menyediakan pendinginan off-grid hingga 24 jam.

Trek Solusi Alam & Pangan:

  • Blueyou (Swiss): Melakukan restorasi mangrove di lahan terdegradasi yang dipadukan dengan produksi pangan biru tanpa pakan maupun bahan kimia, sekaligus meningkatkan pendapatan petani kecil hingga tiga kali lipat.
  • Pandawa Agri Indonesia (Indonesia): Menawarkan solusi pertanian terintegrasi yang mengurangi penggunaan pestisida hingga 50%, meningkatkan hasil panen hingga 15%, dan mengurangi emisi hingga 60%.
  • Yagasu (Indonesia): Meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir hingga 40% di hampir 40.000 hektar kawasan mangrove, sekaligus menghasilkan kredit karbon.

Trek Ekonomi Sirkular:

  • Macrocycle Technologies (Amerika Serikat): Mengembangkan teknologi daur ulang poliester dari tekstil menjadi tekstil kembali dengan penggunaan energi 80% lebih rendah, emisi CO₂ 80% lebih rendah, dan penggunaan air 99% lebih rendah, dengan harga yang setara dengan produk konvensional.
  • Naysor (Korea Selatan): Mengubah limbah kelapa sawit menjadi bahan bakar yang lebih bersih dengan kandungan klorin 99% lebih rendah dan efisiensi energi tiga kali lebih tinggi.
  • Planet Carbon (Indonesia):Mengubah limbah pertanian menjadi biochar untuk carbon removal, meningkatkan hasil panen hingga 23%, mengurangi penggunaan pupuk, serta meningkatkan pendapatan petani kecil.

“Selamat kepada sembilan finalis Climate Impact Innovations Challenge 2026. Para peserta tahun ini menghadirkan beragam inovasi untuk menjawab berbagai tantangan penting di bidang energi, pangan dan alam, serta ekonomi sirkular. Melalui CIIC, kami ingin menyediakan wadah bagi para inovator untuk mendapatkan eksposur yang lebih luas, terhubung dengan para pemangku kepentingan dalam ekosistem, serta mengembangkan solusi mereka lebih lanjut. Kami menantikan tahap selanjutnya dari CIIC 2026 dan bersemangat untuk menjadi saksi dari ide serta pendekatan yang akan mereka tampilkan pada Grand Finale,” kata Avina Sugiarto, Partner East Ventures.

“Para finalis menunjukkan bagaimana inovasi dapat melindungi dan memulihkan ekosistem penting, sekaligus memperkuat mata pencaharian masyarakat lokal dan mendorong aksi iklim. Berlandaskan nilai Tech for Good, Tencent dengan senang hati mendukung para inovator ini dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan dan memperluas solusi praktis yang menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan planet kita,” kata Hao Xu, Vice President of Sustainable Social Value di Tencent.

Dalam beberapa bulan ke depan, para pemimpin ekosistem akan mendampingi para finalis melalui sesi mentoring yang mencakup pengembangan kemitraan strategis, penyusunan strategi go-to-market dan komersialisasi, serta peningkatan kemampuan presentasi.

Para finalis akan menyampaikan presentasi final pada Climate Impact Innovations Challenge 2026 Grand Finale yang akan diselenggarakan pada 6 Oktober 2026 dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, Indonesia. Pendaftaran untuk forum tersebut kini telah dibuka dan dapat dilakukan melalui situs indonesiasustainabilityforum.co.id.

Climate Impact Innovations Challenge 2026 didukung oleh sejumlah mitra, termasuk Strategic Partner: Triputra Agro Persada, Investor Partner: Mana Impact, Sinarmas Agribusiness & Food, serta berbagai mitra lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs CIIC di climateimpactinnovations.com.

Artikel terbaru