...
The winners of Climate Impact Innovations Challenge 2026
Press Release

Climate Impact Innovations Challenge 2026 menyalurkan dana katalitik sebesar Rp15 miliar kepada CRecTech, Blueyou, dan MacroCycle Technologies untuk menguji coba solusi iklim mereka di Indonesia

East Ventures
Share

East Ventures, Temasek Foundation, dan Tencent mengumumkan berakhirnya Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026, kompetisi teknologi iklim terbesar di Indonesia. Sebagai edisi keempat, CIIC 2026 diluncurkan pada 8 April 2026 dan mencapai puncaknya melalui Grand Finale pada 6 Oktober 2026, yang diselenggarakan sebagai sesi tematik dari Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026. 

Grand Finale ini dihadiri oleh Ibu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, sebagai bagian dari panel diskusi, dan kata sambutan dari Bapak Agus Rusly, S.Pi, M.Si., Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 

Sejak pertama kali diselenggarakan, CIIC berkomitmen untuk mendorong inovasi dan mempercepat penerapan solusi berkelanjutan di Indonesia. Tahun ini, kompetisi tersebut berfokus pada tiga trek: Transisi Energi, Solusi Alam & Pangan, dan Ekonomi Sirkular, yang merepresentasikan sektor-sektor utama untuk aksi iklim global dan di Indonesia.

CIIC 2026 mendapatkan antusiasme global yang tinggi, dengan lebih dari 850 pendaftar dari sekitar 60 negara. Dari jumlah tersebut, sembilan finalis terpilih untuk berkompetisi di Grand Finale. Para finalis kemudian mendapatkan pendampingan dari para pemimpin industri untuk menyempurnakan proyek mereka dan memaksimalkan potensinya dalam menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan dan nyata.

“Climate Impact Innovations Challenge mencerminkan keyakinan kami bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjawab tantangan iklim saat ini, tetapi juga membangun fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang yang tangguh. Kami senang melihat CIIC berkembang menjadi platform yang mempertemukan berbagai gagasan berani, para inovator yang berdedikasi, serta para mitra yang memiliki ambisi bersama untuk mengubah inovasi iklim menjadi dampak nyata. Perjalanan ini tidak akan mungkin terwujud tanpa dukungan dan kolaborasi berkelanjutan dari para mitra kami, dan kami sangat menghargai komitmen mereka. Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan finalis tahun ini, serta menantikan bagaimana inovasi mereka dapat menciptakan dampak yang berarti di Indonesia dan sekitarnya,” kata Avina Sugiarto, Partner East Ventures.

Tiga pemenang Climate Impact Innovations Challenge 2026:

  • CRecTech, pemenang trek Transisi Energi, mengubah biogas kelapa sawit menjadi bio-metanol dengan biaya 50% lebih rendah serta mengurangi emisi hingga 93%.
  • Blueyou, pemenang trek Solusi Alam & Pangan, melakukan restorasi mangrove di lahan terdegradasi yang dipadukan dengan produksi pangan biru tanpa pakan maupun bahan kimia, sekaligus meningkatkan pendapatan petani kecil hingga tiga kali lipat.
  • MacroCycle Technologies, pemenang trek Ekonomi Sirkular, mengembangkan teknologi daur ulang poliester dari tekstil menjadi tekstil kembali dengan penggunaan energi 80% lebih rendah, emisi CO₂ 80% lebih rendah, dan penggunaan air 99% lebih rendah, dengan harga yang setara dengan produk konvensional.

Setiap pemenang mendapatkan dana katalitik sebesar Rp5 miliar untuk menguji coba solusi mereka di Indonesia.

Selain dana katalitik senilai Rp15 miliar yang diberikan kepada ketiga pemenang, sejumlah komitmen, pendanaan, dan investasi juga diumumkan pada CIIC 2026 Grand Finale, antara lain:

  • Tencent memberikan komitmen pra-pembelian kredit karbon sebesar US$1 juta kepada Yagasu.
  • Sinar Mas Agribusiness & Food memberikan dana hibah sebesar US$50.000 kepada CRecTech.
  • Mana Impact memberikan investasi sebesar US$50.000 kepada Blueyou.
  • Vinerock Capital memberikan investasi sebesar US$50.000 kepada CRecTech.

“CIIC 2026 menandai komitmen kami yang semakin kuat terhadap aksi iklim. Dengan mengidentifikasi solusi unggulan dari berbagai negara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan diterapkan di tingkat lokal, CIIC akan mendukung para inovator di bidang iklim untuk memvalidasi, mengembangkan skala, dan pada akhirnya menjawab sejumlah tantangan iklim terbesar yang dihadapi umat manusia. Temasek Foundation dengan senang hati menjadi co-presenter CIIC 2026 bersama East Ventures dan Tencent, dan kami berharap dapat bekerja sama erat dengan para pemenang untuk menghasilkan dampak yang signifikan di Indonesia,” kata Heng Li Lang, Head, Climate and Liveability, Temasek Foundation.

“Berinvestasi pada alam merupakan investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Di Tencent, kami bangga dapat mendukung trek Solusi Alam & Pangan dalam Climate Impact Innovations Challenge 2026. Dengan membantu para inovator menguji solusi mereka melalui pilot di Indonesia, CIIC menjadi jembatan penting antara ide-ide yang menjanjikan dan dampak nyata di lapangan. Kami berharap dukungan ini dapat membantu inovasi berbasis alam membuktikan nilainya, berkembang menjadi solusi yang berkelanjutan secara komersial, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Xu Hao, Vice President for Sustainable Social Value, Tencent.

“Kami merasa terhormat dapat memenangkan kategori Transisi Energi di Climate Impact Innovations Challenge 2026. Di CRecTech, kami mengolah biogas yang belum termanfaatkan dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi bio-metanol hijau yang terjangkau. Dengan dukungan pendanaan katalitik dari CIIC, kami akan mempercepat tahap uji coba dan penerapan komersial di Indonesia bersama mitra lokal, termasuk Pertamina. Pencapaian ini mencerminkan kerja keras tim kami serta dukungan dari para investor dan mitra, dan kami berterima kasih kepada East Ventures, Temasek Foundation, Tencent, serta komunitas CIIC atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengembangkan sumber daya limbah Indonesia menjadi bahan bakar berkelanjutan bagi pasar domestik dan global,” kata Lim Kang Hui, Co-Founder & CEO, CRecTech.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk merehabilitasi hutan mangrove di dalam kolam budidaya perairan yang masih aktif. Penghargaan CIIC akan memainkan peran penting dan katalitik dalam membuka mekanisme yang diperlukan untuk memperluas budidaya perairan terpadu berbasis mangrove hingga mencakup ribuan hektare di Indonesia dan di luar negeri. Kami merasa sangat terhormat bahwa Temasek Foundation, East Ventures, dan Tencent mengakui dan berbagi semangat kami untuk mengubah kawasan pesisir yang terdegradasi di Indonesia menjadi “Hutan Pangan Biru” yang subur, yang memberikan manfaat bagi manusia dan alam,” kata Jonas Walker, General Manager & Head of Aquaculture, Blueyou.

“MacroCycle merasa sangat beruntung dan senang dapat memenangkan kategori Ekonomi Sirkular di CIIC! Penghargaan ini memungkinkan kami untuk secara resmi meluncurkan proyek pertama kami yang berbasis di Asia dan mulai menangani secara langsung besarnya volume limbah tekstil yang terdapat di kawasan ini, khususnya di Indonesia. Dengan lebih dari 80% manufaktur tekstil dunia berlangsung di Asia, MacroCycle selama ini terus mencari cara terbaik untuk memasuki pasar ini. Melalui kesempatan ini, kami kini dapat mempercepat proyek-proyek yang sedang kami kembangkan bersama mitra lokal di Indonesia untuk membuktikan bahwa ekonomi sirkular tidak hanya layak diterapkan, tetapi juga memiliki daya tarik ekonomi di negara ini,” kata Stwart Pena Feliz, Co-Founder & CEO, MacroCycle Technologies.

Climate Impact Innovations Challenge 2026 didukung oleh sejumlah mitra, termasuk Strategic Partner: Triputra Agro Persada, Investor Partner: Sinar Mas Agribusiness & Food, Mana Impact, Vinerock Capital, serta berbagai mitra lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs CIIC di climateimpactinnovations.com.