Andrew Wu, Co-Founder and CEO of Mesh Bio, Singaporean deep tech in healthcare
East Ventures

Share

19 Juli 2024

From Portfolios

Mesh Bio: Mencegah penyakit kritis dengan teknologi deep tech

Bagaimana jika kita dapat mencegah berbagai penyakit kritis dan berbahaya seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke dengan teknologi deep tech? Kata ‘deep tech’ mungkin masih asing di telinga masyarakat karena baru pertama kali muncul pada tahun 2014.

Deep tech dapat didefinisikan sebagai jenis perusahaan teknologi yang berfokus pada terobosan ilmiah yang signifikan, dalam mengatasi masalah-masalah besar berskala global. 

Jika selama ini kita lebih mengenal startup digital umumnya mengembangkan produk atau ide bisnis baru, startup di sektor deep tech berfokus pada pengembangan bioteknologi, kecerdasan buatan (AI), robotik, dan blockchain.

Perusahaan di sektor ini berpotensi untuk membawa perubahan besar, membangun industri baru dan mendisrupsi industri yang sudah ada, seperti yang dilansir pada publikasi Deep Tech: The New Wave

Dalam publikasi tersebut, diungkapkan bahwa salah satu area teknologi deep tech yang akan berdampak langsung pada kehidupan manusia berkaitan dengan kesehatan dan inovasi medis.

Laporan pada The Future Health Index 2024 global report juga menunjukkan bahwa saat ini para pemimpin perusahaan layanan kesehatan telah menerapkan AI sebagai sarana pendukung dalam pengambilan keputusan klinis di berbagai bidang di rumah sakit.

Seperti misalnya, pemantauan pasien, manajemen pengobatan, perencanaan perawatan, radiologi, dan pencegahan penyakit berbahaya.

Kami mempelajari lebih lanjut tentang penerapan AI dalam layanan kesehatan ini dengan Dr. Andrew Wu, PhD, salah satu pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Mesh Bio, startup deep tech yang berbasis di Singapura, yang berfokus pada penanganan penyakit kronis melalui analisis prediktif.

Transformasi penanganan penyakit kronis

Analisis prediktif dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat, seperti misalnya pada level individu, dapat meningkatkan kualitas perawatan pada pasien. 

Sedangkan bagi para tenaga medis, teknologi ini dapat memberikan informasi yang luas dan mendalam untuk pengambilan keputusan klinis yang lebih cepat. Hal ini juga dapat mengurangi jumlah tugas administratif yang perlu dikerjakan oleh dokter. 

Terakhir, bagi sistem layanan kesehatan lebih luas di tingkat pemerintah, deep tech dapat membantu membuat strategi yang lebih tepat dalam membuat kebijakan yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat.

Mesh Bio saat ini membangun teknologi inovatif untuk mencegah penyakit kronis melalui DARA® Health Intelligence Platform, menawarkan personalisasi perawatan kesehatan yang dapat dikembangkan dalam skala besar.

“Teknologi kami melakukan tiga hal, yaitu menyusun struktur dan mengintegrasikan data pasien, kemudian memasukkannya ke dalam mesin analisis yang menggunakan teknologi digital twin kami, dan akhirnya menghasilkan rekomendasi yang bersifat personal untuk setiap pasien, beserta anjuran rencana perawatan kedepannya kepada dokter,” jelas Andrew.

Data-data klinis pasien ini diterjemahkan menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti dan memberikan rekomendasikan bagi dokter dalam membuat keputusan perawatan pasien selanjutnya. 

Informasi inilah yang akan membantu pasien dalam mengelola kesehatan, gaya hidup dan risiko penyakit dengan lebih baik.

Di Singapura, Mesh Bio telah bekerja sama dengan SingHealth dan NHG di bawah dana hibah I2A untuk menerapkan HealthVector® Diabetes dalam sistem layanan kesehatan masyarakat Singapura.

Mesh Bio's HealthVector foundational digital twin

Fondasi HealthVector® digital twin Mesh Bio

HealthVector® Diabetes adalah teknologi digital twin pertama di dunia yang menirukan model biologi dasar manusia.

Inovasi ini telah mendapatkan persetujuan dari Health Science Authority di Singapura dan divalidasi dalam jurnal klinis Nature Digital Medicine, menjadikan Mesh Bio yang pertama di Singapura.

Selain itu, dalam enam bulan terakhir Mesh Bio telah mengambil langkah-langkah signifikan melalui ekspansi regional dengan menandatangani perjanjian kerjasama baru dengan tiga penyedia layanan kesehatan di Indonesia, serta mulai beroperasi di Filipina, dengan berkolaborasi bersama Fullerton Health.

Komitmen Mesh Bio dalam menciptakan inovasi di bidang kesehatan

Perkembangan AI Generatif (GenAI) memberikan potensi besar dalam mentransformasi sektor layanan kesehatan, sehingga memungkinkan peningkatan pelayanan pasien yang lebih signifikan. 

Andrew menyatakan, “Kami sangat antusias dalam menggabungkan teknologi yang saat ini sedang menjadi tren seperti AI Generatif, kedalam mesin analisis klinis kami dan menghubungkannya dengan teknologi digital twin HealthVector®. Pendekatan analisis yang baru ini kedepannya perlu memiliki transparansi yang kelak membangun kepercayaan dengan penyedia layanan kesehatan.”

Segala bentuk inovasi yang dikembangkan Mesh Bio ini, berakar pada misi jangka panjang perusahaan untuk menjadi perusahaan teknologi kesehatan terkemuka di dunia.

Dimana teknologi digital twin mereka dapat memberikan rekomendasi pengobatan yang akurat, menghadirkan intervensi yang tepat kepada pasien dan akhirnya mengembangkan personalisasi layanan kesehatan dalam skala besar. 

Menjadi bagian dari ekosistem East Ventures sejak tahun 2023, Mesh Bio kini siap membangun momentum dan memperluas operasinya ke negara-negara yang menjadi target utama seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Di sisi lain, sehubungan dengan transformasi digital yang relatif baru di Asia Tenggara, salah satu tantangan Mesh Bio adalah mengedukasi masyarakat dan memberikan pemahaman tentang bagaimana teknologi ini dapat memberikan nilai tambah dalam kehidupan mereka. 

East Ventures aktif melakukan investasi teknologi kesehatan untuk mengatasi tantangan terbesar Indonesia dengan menjadikan pencegahan, identifikasi dini, dan pengobatan yang efektif lebih mudah diakses. 

Dalam dekade mendatang, kami yakin integrasi teknologi ke dalam layanan kesehatan akan menghadirkan serangkaian peluang signifikan bagi Asia Tenggara. Sebuah studi baru-baru ini juga menunjukkan bergesernya investasi healthtech, dari telekonsultasi ke bioteknologi.

Apabila Anda adalah seorang pendiri startup di bidang kesehatan, kirim pitch mu kesini.