Hacktiv8 Co-founders

Hacktiv8 memperkecil kesenjangan talenta digital melalui ekosistem pengembang teknologi dengan inisiatif tinggi dan empati

31 Agustuss 2021

Ronald Ishak membuktikan bahwa ambisi tanpa rasa haus sama saja seperti api tanpa arang: padam sesaat setelah berkobar. Gemar menenggelamkan diri di antara halaman buku sejak berusia 9 tahun, Ronald selalu bersemangat mempelajari hal-hal baru melalui membaca. Kecintaan Ronald terhadap programming sudah membara sejak dirinya berumur 12 tahun, saat ia pertama memanfaatkan bahasa pemrograman bernama Perl untuk membangun sistem penghitung pengunjung situs web.

Hacktiv8 adalah manifestasi ide Ronald untuk mengubah pengembang teknologi pemula menjadi pengembang teknologi yang siap kerja. “Hacktiv8 adalah sekolah yang saya impikan sejak saya menekuni bidang programming. Membuka diri untuk mau terus belajar dipadu dengan pola pikir problem solving dapat mempercepat proses pembelajaran. Tidak seperti belajar sejarah, programming adalah tentang membangun pola pikir untuk memecahkan  masalah. Saya percaya jika seseorang ingin menjadi problem solver yang baik, mereka harus memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dan dengan rasa empati,” jelas Ronald.

Setelah merealisasikan idenya di tahun 2016, Ronald memiliki misi baru yang lebih besar. Kekurangan pekerja terampil di bidang Teknologi Informasi (IT) diperkirakan akan melonjak menjadi 3,8 juta pada tahun 2030 akibat pesatnya perkembangan teknologi dan akselerasi adopsi digital akibat pandemi COVID-19. Hacktiv8 berkomitmen untuk  memberikan pendidikan berkualitas yang dapat membantu talenta digital mendapatkan pekerjaan di industri teknologi.

Kehadiran Hacktiv8 menegaskan penemuan yang dituturkan dalam East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2021,di mana sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat menjadi tulang punggung ekonomi regional, khususnya ekonomi digital karena bisnis di sektor ini menyumbangkan nilai ekonomi yang signifikan. Di sinilah Hacktiv8 dapat mengambil langkah untuk memperkecil kesenjangan antara talenta digital dan permintaan industri dengan secara aktif  mencetak talenta digital berkualitas yang siap bekerja dan antusias dalam membuat perbedaan.

Operating Partner East Ventures David Audy mengatakan, “Sebagai negara besar dengan banyak peluang digital, Indonesia membutuhkan banyak tech engineer. Kurangnya lulusan dari program STEM (Science Technology Engineering Math) dan jumlah engineer yang rendah per satu juta penduduk menjadi tantangan serius. Hacktiv8 hadir untuk mengisi kesenjangan talenta untuk mengatasi tantangan ini, tidak hanya dengan menghasilkan talenta terampil teknologi tetapi juga membantu mereka mendapatkan pekerjaan di sektor teknologi melalui kerja sama dengan semua stakeholder di industri. Peran Hacktiv8 jelas berdampak positif terhadap lanskap daya saing teknologi Indonesia karena ketersediaan talenta berkemampuan teknologi juga merupakan salah satu faktor utama untuk meningkatkan skor EV-DCI.”

Menghadirkan pendidikan berkualitas untuk semua

Mengadakan bootcamp berdurasi 12 hingga 16 minggu yang berkualitas dan terpercaya bukanlah tanpa tantangan tersendiri. Ronald menuturkan, salah satu tantangan yang dihadapinya adalah mengenai penetapan harga karena standar harga tertentu perlu ditentukan untuk menjalankan program bootcamp berkualitas.

Hacktiv8

Untuk menciptakan inklusi edukasi, Hacktiv8 meluncurkan program Income Share Agreement (ISA), di mana para murid hanya perlu membayar setoran minimum untuk mengikuti bootcamp. Sisa biaya pendidikan dapat dicicil setelah mereka berhasil mendapatkan pekerjaan dengan tenor hingga 36 bulan. Artinya, program ini tidak hanya memungkinkan murid untuk mendapatkan ilmu tanpa terlalu khawatir soal biaya pendidikan, tapi juga memberikan  kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Keberhasilan skema Income Share Agreement (ISA) terbukti bermanfaat bagi murid yang mengalami kesulitan keuangan pada masa sulit ini. Ahmad Waluyo merupakan salah satu murid yang menuai manfaat dari skema ISA di masa pandemi. Setelah studinya di universitas harus terpaksa berhenti, ia bekerja sebagai kurir pengiriman Grab dan bahkan menjadi korban pencurian sepeda motor. Ahmad kemudian memutuskan mendaftar program di Hacktiv8 menggunakan skema ISA. Sekarang kesejahteraan hidup Ahmad meningkat dan bahkan mampu menafkahi keluarganya setelah ia berhasil menjadi backend developer di sebuah perusahaan.

Inovasi merupakan sebuah keharusan dalam setiap bisnis. Hacktiv8 meluncurkan produk baru bernama LeanMVP yang memiliki konsep sederhana. Mitra rekrutmen dapat memilih pengembang teknologi junior untuk menunjukkan kemampuannya dalam membuat produk MVP/prototipe klien hingga 3 bulan. Mereka dibimbing oleh pengembang teknologi senior. Program ini menguntungkan kedua belah pihak, lulusan Hacktiv8 dapat mempraktikkan keterampilan mereka sedangkan rekruter bisa melihat kemampuan calon pekerja  sebelum memutuskan untuk mempekerjakan mereka secara permanen.

Pandemi yang meluluhlantakkan dan memporak-porandakan banyak bisnis mengakibatkan penurunan dalam perekrutan dan penawaran kerja. Di Hacktiv8 sendiri, jumlah mitra rekrutmen masih lebih rendah daripada jumlah lulusan Hacktiv8 meski tidak signifikan.Namun,banyak juga bisnis yang secara bertahap telah beradaptasi dengan kondisi yang penuh ketidakpastian ini. Kemampuan beradaptasi ini berujung pada peningkatan jumlah perekrutan alumni Hacktiv8.

Menjangkau lebih banyak talenta melalui pembelajaran jarak jauh

Mitra rekrutmen dan lulusan Hacktiv8 sebagian besar berpusat di DKI Jakarta dan Jawa. Data ini mencerminkan salah satu temuan dalam laporan EV-DCI, yang menjelaskan bahwa Jakarta adalah kota dengan daya saing digital tertinggi dengan skor 71,9. Fakta bahwa 8 dari 10 kota dengan daya saing digital tertinggi berada di pulau Jawa dan tidak adanya satupun provinsi di pulau Jawa yang menempati posisi 10 terbawah, semakin membuktikan adanya ketimpangan adopsi digital antara pulau Jawa dan pulau lain di Indonesia. Ini merupakan alasan mengapa mitra perekrutan dan lulusan Hacktiv8 berhimpun dalam lokasi ini.

Meskipun mayoritas murid Hacktiv8 berada di Jawa, ada juga murid yang berlokasi di Kalimantan dan Sulawesi. Hal tersebut menunjukkan bahwa banyak talenta di luar pulau jawa yang memiliki keterampilan digital. Sejak pandemi terjadi pada tahun 2020, Hacktiv8  mengadakan pembelajaran jarak jauh yang memungkinkan Hacktiv8 untuk merangkul lebih banyak talenta dan mitra rekrutmen dari luar Jawa.  adopsi digital di Indonesia, Hacktiv8 dapat memasok talenta digital lebih banyak ke perusahaan tradisional yang mulai menerapkan teknologi dalam operasional bisnis mereka.

Konsisten merangkul para talenta terpendam untuk masa depan ekonomi digital

Ronald percaya bahwa teknologi dapat membuat bisnis berkembang dan solusi tercipta. Menurut EV-DCI 2021, pekerja digital yang terampil sedang banyak dicari karena pekerjaan manual mulai digantikan oleh teknologi sebagai dampak digitalisasi. Peningkatan talenta dalam sektor digital menunjukkan bahwa manusia tetap dibutuhkan untuk mendukung otomatisasi oleh teknologi.

Hacktiv8

Hacktiv8 terus berupaya untuk memberikan pendidikan berkualitas dengan biaya yang efisien, bukan hanya untuk membekali pekerja dengan keterampilan digital agar tidak tergantikan teknologi, tapi juga merangkul lebih banyak talenta yang terpendam. Di saat digitalisasi merambah hampir di seluruh aspek kehidupan manusia, masih ada individu dengan potensi besar dari keluarga berpenghasilan rendah  yang mendapatkan pendidikan berkualitas. Hacktiv8 selalu berusaha untuk menciptakan skema seperti ISA untuk memudahkan calon murid mendapatkan pendidikan terbaik.

Segala upaya  untuk menyediakan pendidikan berkualitas bertujuan untuk mewujudkan impian terbesar Hacktiv8, yaitu menciptakan sebuah ekosistem talenta digital yang berinisiatif tinggi dan dan empati. “Meskipun banyak orang yang menyebut diri mereka pengembang teknologi, sebagian belum bekerja dengan optimal dan sehat. Kami ingin menciptakan mindset pengembang teknologi yang tidak takut bereksperimen, berani mengambil resiko, terbuka pada perubahan dan membangun sesuatu yang berarti. Saya bangga bahwa saat ini hampir setiap startup yang sedang dibangun memiliki anggota tim yang memulai perjalanan mereka dari Hacktiv8. Seiring pertumbuhan Indonesia yang menjadi kekuatan ekonomi di Asia, saya harap Hacktiv8 dapat berperan dalam perjalanannya,” tutup Ronald.