What it Takes to be Indonesia's Next Unicorn

‘Apa yang dibutuhkan untuk menjadi unicorn Indonesia berikutnya’: David Fernando Audy

27 Oktober 2021

Mengelola bisnis yang sukses dan berkelanjutan bukan hanya soal memiliki ide-ide terbaik, ataupun mempunyai modal terbesar tapi juga soal eksekusi, membangun tim yang tepat, memberikan solusi terbaik, dan juga kriteria lainnya yang kami percaya adalah hal yang diperlukan untuk membuat sebuah perusahaan mampu bertahan, berkembang (scale up), dan pada akhirnya berevolusi menjadi sebuah unicorn. Ada empat pilar terpenting yang harus dimiliki semua perusahaan startup sebagai kekuatan mereka untuk dapat berevolusi menjadi unicorn.

1. Kewiraswastaan

Kemampuan untuk membangun sebuah bisnis dan keunggulan dalam proses eksekusi dan penyampaian, yang merupakan karakteristik dari para founders (pendiri) bisnis. Kami percaya bahwa kredibilitas founder memiliki peran penting dalam kesuksesan sebuah bisnis, mengingat bahwa perusahaan besar dibangun dengan landasan reputasi dan track record alias performa masa lalu yang dijadikan indikator masa mendatang. Founder harus bekerja keras—dan yang terpenting, bekerja secara pintar—untuk menjaga momentum dan akurasi karena bisnis adalah tentang pemilihan waktu (timing) dan mengambil peluang yang tepat. Satu ciri lainnya yang kami anggap berperan penting dalam menjadi pengusaha terkemuka adalah kesederhanaan—keinginan untuk belajar dan tetap memperbaiki diri sendiri.

2. Product-market fit

Saat berbicara soal produk yang memiliki posisi di pasar, ini berarti bagaimana sebuah produk atau jasa dapat memenuhi kebutuhan pasar sebagai sebuah solusi dari masalah atau tantangan pasar tersebut. Produk tersebut tidak bisa terlalu visioner ataupun terlalu ‘ketinggalan zaman’; sebuah produk harus merupakan solusi dan jawaban yang tepat untuk memenuhi kebutuhan.

3. Skalabilitas perusahaan

Memiliki ide yang cemerlang untuk sebuah bisnis tidaklah cukup jika perusahaan tersebut tidak memiliki kapabilitas untuk berkembang menjadi lebih besar, meningkatkan profit selagi berkembang, dengan sebuah model bisnis yang bisa direplikasi  dengan sukses. Begitu sebuah bisnis telah melewati skala ekonomi (menurunnya biaya produksi saat perusahaan memproduksi barang dengan jumlah yang lebih besar), maka bisnis itu akan terus melambung. Skalabilitas membuat sebuah bisnis berkembang menjadi perusahaan raksasa atau yang kami sebut sebagai unicorn dalam dunia tech

4. Pelembagaan

Perusahaan startup tidak bisa terus selalu bergantung dengan tim pendirinya. Pada satu titik, proses-proses bisnis dan sistem manajemen harus dilembagakan untuk menjamin perkembangan yang berkelanjutan, menghapuskan ketergantungan pada satu orang tertentu, dan menjadikannya mandiri dalam sebuah sistem yang dapat diandalkan dan manajemen yang profesional.

Langkah selanjutnya setelah menjadi unicorn

Hal berikutnya yang datang setelah sebuah startup berhasil menyandang status unicorn adalah mengambil keputusan-keputusan yang tepat dan bergerak tepat waktu untuk mengatasi masalah yang muncul selama proses berkembang. Salah satu contoh dari portfolio East Ventures sendiri adalah Traveloka. Saat COVID-19 pertama datang ke Indonesia di awal tahun 2020, Traveloka telah mempersiapkan diri untuk menghadapi pandemi ini. Saat pembatasan perjalanan (travel restrictions) di Indonesia mulai diberlakukan, Traveloka memutuskan untuk menghentikan seluruh pengeluaran untuk marketing, yang merupakan pengeluaran terbesar mereka. Mereka juga mengambil keputusan yang sulit untuk menekan biaya operasional  supaya lebih efisien dan mampu beradaptasi dengan situasi.

Walaupun mereka telah melalui waktu yang begitu sulit semasa pandemi, Traveloka tetap berdiri tangguh, dan kisah kesuksesan ini terbukti saat operasi perusahaannya tetap berjalan. Begitu pandemi mulai mereda, Traveloka kembali mengembangkan dan meningkatkan perusahaannya. Kini, Traveloka telah berdiri semakin kuat sebagai pemimpin di pasar.

Traveloka

Traveloka merupakan salah satu dari banyak contoh perusahaan dalam ekosistem East Ventures yang mampu bergerak gesit dan merespon sebuah halangan secara tepat waktu. Sebagai perusahaan venture capital, kami sangat antusias untuk membantu startup dalam mengidentifikasi masalah sambil terus berfokus pada kekuatan inti dari masing-masing startup serta memungkinkan mereka untuk menggunakan potensinya dan pada akhirnya berkembang menjadi unicorn.

Kedepannya, akan ada banyak tren bisnis yang mungkin dapat mempengaruhi lahirnya startup baru di Indonesia. Meski demikian, perubahan sebuah startup menjadi unicorn bukan lagi suatu hal yang tidak mungkin bagi para startups selama mereka memiliki standar-standar diatas dan tetap relevan.

***

Oleh David Fernando Audy, Operating Partner East Ventures dalam DNA Digitalks, 26 Agustus 2021