Tylor Jong, Co-Founder and CEO of TreeDots

Perusahaan Singapura TreeDots raih pendanaan seri A sebesar US$ 11 juta, dipimpin oleh East Ventures dan Amasia

12 November 2021

TreeDots, ekosistem rantai pasok makanan yang terintegrasi secara vertikal pertama di Asia, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah dengan sukses menutup penggalangan dana Seri A bernilai US$ 11 juta (sekitar 157 miliar rupiah). Putaran kali ini dipimpin oleh East Ventures (Growth fund), perusahaan modal ventura terkemuka yang terbuka pada seluruh sektor (sector-agnostic) di Indonesia; dan Amasia, perusahaan modal ventura berbasis tesis yang berinvestasi dalam perubahan perilaku yang berkelanjutan. Beberapa investor lain yang bergabung adalah ACTIVE Fund, Seeds Capital, penulis Nir Eyal dan aktris Fiona Xie.

Bertujuan untuk mengatasi permasalahan inefisiensi dalam rantai pasok makanan, TreeDots dimulai sebagai marketplace makanan surplus untuk perusahaan, dan kini juga melayani konsumen melalui platform social commerce. Perusahaan tersebut baru-baru ini mengembangkan layanan pengoptimalan logistik guna membantu perusahaan – yang merupakan pelanggan mereka – untuk membangun rantai pasok yang lebih efisien. TreeDots mengawali operasi mereka di Singapura, telah berekspansi ke Malaysia tahun lalu, dan menargetkan ekspansi regional lebih luas di masa yang akan datang.

Secara global, sepertiga dari semua makanan yang diproduksi untuk dikonsumsi terbuang sia-sia. Di Asia, sebagian besar dari masalah tersebut disebabkan oleh rantai pasok yang tidak efisien. Makanan yang tidak sempurna secara estetis sering kali terbuang ke tempat pembuangan akhir padahal masih dalam kondisi segar dan bergizi sebagaimana makanan yang biasa ditemukan di rak-rak toko grosir. Makanan surplus tersebut sering dibakar atau dibiarkan membusuk, sehingga menghasilkan metana dan gas rumah kaca yang memiliki dampak 86 kali lebih berbahaya pada pemanasan global daripada karbon dioksida.

“Kami menyadari bahwa rantai toko grosir mungkin tidak akan membeli ayam yang terlalu besar atau memiliki tulang yang patah karena akan terlihat aneh di rak mereka. Tetapi gerai F&B tidak peduli karena mereka akan memotong dan menata makanan sebelum mereka sajikan. Jadi, jika mereka dapat membeli produk yang pada dasarnya sama dengan harga hingga 90 persen lebih murah daripada produk alternatif, mereka akan sangat senang. Hal tersebut mendorong kami untuk memulai marketplace makanan surplus untuk mencocokkan pasokan dan permintaan produk-produk tersebut,” kata Tylor Jong, Co-Founder dan CEO TreeDots.

Meskipun sebagian besar pembeli di platform TreeDots terdiri dari waralaba F&B, TreeDots menemukan adanya segmen konsumen yang tengah berkembang dan memahami proposisi nilai tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, TreeDots juga meluncurkan platform social commerce yang memungkinkan konsumen untuk membeli produk yang sama dengan harga diskon yang besar. Dengan model pembelian kelompok, TreeDots mengirimkan beberapa pesanan sekaligus ke satu alamat dan para pembeli dalam grup bisa mengambil barang pesanan masing-masing dari alamat tersebut. Cara tersebut memungkinkan penghematan biaya logistik bagi para pembeli, dan juga mengurangi emisi jika dibandingkan dengan model e-commerce tradisional yang memerlukan perjalanan khusus untuk setiap pesanan yang dikirimkan.

Di sisi penjualan, sebelum bergabung dengan TreeDots, para pemasok seringkali membayar layanan pengiriman untuk mengirim barang limbah mereka ke tempat pembuangan akhir. Dengan adanya TreeDots, sekarang mereka dapat memperoleh pendapatan tambahan dari barang bahan tersebut dan merasa puas karena dapat membantu melestarikan bumi. TreeDots juga membantu digitalisasi operasi para pemasok menggunakan sebuah aplikasi, dan baru-baru ini mereka meluncurkan TreeLogs, penawaran logistik rantai dingin (cold-chain logistics) yang meningkatkan efisiensi proses operasi para pemasok.

“Makanan yang terbuang sudah menjadi sebuah masalah bernilai triliunan dolar, tetapi yang membuat kami sangat bersemangat adalah fakta bahwa para pemasok mulai menggunakan sistem TreeDots untuk seluruh pendapatan mereka, bukan hanya produk sisa makanan. Jika salah satu truk mereka dapat menjalankan satu pengiriman ke suatu daerah, TreeDots dapat melakukan lima pengiriman pada perjalanan yang sama dengan bekerja bersama seluruh kelompok pemasok. Kepadatan jaringan yang telah meningkat memungkinkan penurunan biaya logistik dan tingkat emisi,” kata Roderick Purwana, Managing Partner di East Ventures.

Nilai Gross Merchandise Value (GMV) TreeDots telah tumbuh lebih dari 4x dari tahun ke tahun. “Terdapat banyak bisnis yang melayani industri F&B yang mengalami kesulitan selama pandemi. Akan tetapi, kami sangat terkesan dengan kemampuan tim TreeDots untuk mendorong pertumbuhan eksponensial di tengah keadaan yang sulit,” kata John Kim, Managing Partner di Amasia yang juga memimpin ronde pendanaan awal TreeDots pada tahun 2019. “Kami senang dapat mendukung TreeDots di langkah lanjutan kali ini dan memimpin pendanaan Seri A perusahaan tersebut bersama teman-teman kami di East Ventures.”

Sejalan dengan pengembangan bisnis TreeDots, Janet Sarah Neo, Vice President, Corporate Sustainability & Government Affairs di Lazada dan Executive Board Member di Temasek Foundation Liveability, akan bergabung dengan TreeDots sebagai Board Observer.