Desty Core Team Pre-A2 extension round

Desty raih pendanaan seri A lanjutan senilai US$ 5 juta dari East Ventures

25 November 2021

Desty, startup Indonesia penyedia platform yang memberikan solusi e-commerce, telah meraih pendanaan pra-seri A lanjutan senilai US$ 5 juta (sekitar 71,3 miliar rupiah) yang dipimpin oleh East Ventures (Growth Fund) dengan partisipasi dari Jungle Ventures dan investor terdahulu, yaitu Fosun RZ dan January Capital. Modal ini merupakan dana tambahan yang diberikan investor setelah Desty meraih US$ 3,2 juta (sekitar 46 miliar rupiah) dalam ronde pra-seri A yang dipimpin oleh 5Y Capital pada Juli 2021. Desty akan menggunakan dana ini untuk mempercepat pengembangan produk dan akuisisi penjual (merchant) serta meluncurkan produk-produk inovatif dalam beberapa bulan ke depan.

Dimulai sebagai platform digital bagi penjual, influencer, dan kreator untuk membangun sebuah destynasi online guna memasarkan dan menjual produk mereka pada Oktober 2020, Desty telah berkembang pesat dengan fokus hyperlocal pada model bisnis dan penawaran produknya. Desty menawarkan platform yang mudah digunakan, yaitu Desty Page dan Desty Store, bagi pengguna untuk mengembangkan eksistensi dan bisnis mereka di ekosistem digital. Platform Desty menyediakan fitur, layanan, dan aplikasi, yang sebagian besar gratis — tanpa biaya pembuatan dan langganan bulanan. Pengguna dapat membuat landing page hanya dalam 5 menit.

“Desty lahir saat COVID-19 masuk ke Indonesia — ketika digitalisasi terjadi secara masif. Penjual, influencer, dan kreator telah menggunakan platform digital untuk menunjukkan eksistensi mereka di dunia digital yang menjadi sangat penting untuk berkembang. Dalam waktu dekat kami akan mempunyai 1 juta kreator dan penjual yang menggunakan platform kami. Beberapa penjual utama kami menjadikan Desty sebagai channel penjualan utama mereka dibandingkan dengan marketplace lain,” kata Mulyono Xu, Co-Founder dan CEO Desty.

Di Indonesia, semakin banyak penjual online yang paham teknologi karena mereka menggunakan sarana digital untuk berinteraksi dengan pelanggan mereka. Tak heran jika sektor e-commerce Indonesia mengalami pertumbuhan GMV (Gross Merchandise Value) dua digit akibat pandemi COVID-19 hingga mencapai US$ 52 miliar, dan diproyeksikan tumbuh hingga US$ 104 miliar pada 2025.

Dengan peluang besar ini, Desty telah menjadi yang terdepan dalam mengendarai ombak di industri ini. Perusahaan telah mengalami pertumbuhan traffic dan GMV yang kuat masing-masing 60% dan 50% (bulan ke bulan) selama 6 bulan terakhir.

Willson Cuaca, Managing Partner East Ventures mengatakan, “Kami senang dapat mendukung tim Desty dalam mempercepat evolusi industri perdagangan dan media sosial sejak hari pertama mereka. Desty adalah salah satu startup dengan pertumbuhan tercepat di bidang ini. Yang lebih mengesankan adalah sebagian besar pertumbuhan tersebut berasal dari akuisisi organik, dari mulut ke mulut. Dengan produk dan pertumbuhan bisnis yang menarik, kami percaya Desty akan menciptakan nilai lebih bagi penjual online dan kreator Indonesia.”

“Jungle Ventures bangga bermitra dengan Desty yang memungkinkan akses instan bagi UKM ke teknologi sederhana dan kompetitif secara global untuk mempercepat masa depan digital bisnis mereka. Pengalaman dari para pendiri dan tim pendiri yang mendalam dan beragam dalam menciptakan beberapa produk pemberdayaan commerce berpengaruh di seluruh Tiongkok dan Asia Tenggara selama dekade terakhir menunjukkan keseriusan mereka dalam menciptakan produk Desty, dan meningkatkan daya tarik pelanggan dengan cepat,” kata Yash Sankrityayan, Principal Jungle Ventures.

“Kami sangat senang telah didukung oleh investor terkemuka yang percaya pada visi Desty sebagai platform social commerce terdepan di Indonesia. Pendanaan ini menandai penggalangan dana ketiga kami dalam setahun sejak ronde pendanaan tahap awal di November 2020. Dengan lebih dari 60 orang dalam tim Desty, kami terus mencari talenta baru demi memberikan dampak yang lebih berarti untuk jutaan penduduk Indonesia dalam memperkuat eksistensi digital mereka,” tambah Mulyono.

Sekitar 50% pengguna Desty adalah penjual online, sementara 30% pengguna adalah kreator atau influencer. Penjual online mereka antara lain DAMN I Love Indonesia, Luna Habit & Nama Beauty by Luna Maya, Kurumi, Janji Jiwa, Haus. Kreator dalam ekosistem Desty adalah Dagelan, Greysia Polii (Peraih Emas Olimpiade Indonesia), Choky Sitohang, Tahi Lalats (Mindblowon Studio), Daisuke Botak, Marcella Eteng, Filda Salim, FootNoteStories, dan masih banyak lagi.