East Ventures menanam mangrove sebagai aksi menuju net-zero
East Ventures

Share

3 Agustus 2023

Insights

Visi net-zero East Ventures: Menanam mangrove dan fokus teknologi iklim

Dalam langkah untuk melawan perubahan iklim, East Ventures, yang bergabung dalam  Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Net Zero Hub, telah berjanji untuk menjadi perusahaan nol karbon (net-zero) paling lambat tahun 2060. Komitmen ini menyelaraskan East Ventures dengan upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan mendorong praktik-praktik berkelanjutan di dalam perusahaan kami dan dalam kegiatan ekosistem yang lebih luas. Berikut ini adalah sejumlah inisiatif yang telah diambil oleh East Ventures untuk mencapai tujuan tersebut:

Mengungkapkan inventaris GRK 

Untuk membangun dasar yang kuat dalam perjalanan menuju emisi net-zero, East Ventures berinisiatif menghitung inventaris emisi gas rumah kaca (GRK) kami untuk tahun 2022, mengikuti standarisasi akuntansi, GHG Protocol Corporate Accounting and Reporting Standard dan merinci data ini dalam  East Ventures Sustainability Report 2023. Dengan mengetahui cakupan emisi kami, kami dapat merencanakan tindakan iklim lebih efektif. Praktik perhitungan dan pengungkapan inventaris GRK ini akan membantu perusahaan, terutama ketika pasar karbon di Indonesia dan Asia Tenggara semakin matang, sehingga emisi karbon akan memiliki nilai moneter melalui kredit karbon. Kredit ini menandakan pengurangan atau penghilangan satu metrik ton emisi GRK dari atmosfer.

Pengimbangan karbon

Dengan pemahaman yang jelas tentang emisi gas rumah kaca kami, East Ventures memajukan langkah untuk mengurangi emisi melalui inisiatif penyeimbangan karbon. Dalam kolaborasi dengan Taman Nasional Komodo, perusahaan kami telah menanam 5.000 bibit bakau atau mangrove di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, dan akan melanjutkan penanaman di beberapa daerah pesisir lainnya. Hutan mangrove, yang juga dikenal sebagai “sabuk hijau” Indonesia, memiliki arti penting bagi masyarakat pesisir, di mana mata pencaharian utamanya adalah nelayan, serta bagi bangsa dan planet secara luas. Masyarakat pesisir ini sangat bergantung pada ekosistem yang kaya yang disediakan oleh hutan mangrove, karena berfungsi sebagai tempat berkembang biak yang penting bagi berbagai spesies laut, mendukung praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan, dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana alam.

Selain itu, hutan mangrove juga menjadi daya tarik bagi wisatawan, sehingga pariwisata menjadi sektor penting yang mendapat manfaat dari kehadirannya, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mendukung konservasi lingkungan. Yang paling penting, ekosistem mangrove adalah apa yang disebut “ekosistem karbon biru”, dikenal karena kemampuannya yang luar biasa dalam menyerap karbon, menangkap karbon dioksida, dan menyimpannya di daun, ranting, akar, dan tanah.

Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari seperlima dari seluruh hutan mangrove di dunia, dengan luas dan keanekaragaman yang menjadi yang terbesar di dunia. Hutan-hutan ini menyimpan sekitar 3,14 miliar metrik ton karbon, yang merupakan kapasitas penyimpanan karbon lima kali lebih besar per hektarnya dibandingkan dengan hutan tropis. Namun, sangat disayangkan, hutan mangrove mengalami penipisan yang cepat akibat aktivitas seperti penebangan untuk kehutanan, tambak udang dan ikan, serta persawahan. Kerusakan ini membawa konsekuensi yang luas, termasuk meningkatnya kerentanan terhadap kenaikan permukaan laut, degradasi pasokan air bersih, salinisasi tanah pesisir, erosi, penurunan permukaan tanah, dan peningkatan emisi gas rumah kaca.

Untuk memastikan kredibilitas inisiatif penyeimbangan karbon, permanenitas menjadi kriteria yang sangat penting. Pengurangan atau penghapusan emisi GRK dari kegiatan mitigasi harus bersifat permanen agar dianggap sebagai penyeimbangan karbon berkualitas tinggi. Oleh karena itu, pemerintah dan perusahaan perlu memberikan perhatian pada pentingnya memulihkan dan melestarikan ekosistem mangrove. Di East Ventures, kami menyadari kekuatan reboisasi hutan mangrove tidak hanya untuk membantu mencapai target emisi net-zero, tetapi juga untuk menghasilkan manfaat sosial, memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat lokal, dan memerangi perubahan iklim.

Mengembangkan Kerangka Kerja Investasi Berkelanjutan

Sejak East Ventures menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan KADIN dan World Resources Institute (WRI) Indonesia pada tanggal 11 November 2022, kami telah merefleksikan keyakinan kami ke dalam kegiatan investasi dan beberapa inisiatif lainnya. Kami meyakini bahwa sebuah perusahaan venture capital tidak boleh mengabaikan dampak dari portfolio investasi mereka. Dengan menyadari tanggung jawab ini, East Ventures telah mengembangkan Kerangka Kerja Investasi Berkelanjutan sebagai panduan dan untuk memberdayakan perusahaan portofolio kami. Tujuan utama kami adalah untuk membantu perusahaan portfolio kami memahami dan mengukur kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) serta dampak keseluruhan mereka dengan lebih efektif.

Fokus pada teknologi iklim

Terakhir, melalui aliansi strategis ini, East Ventures memiliki fokus yang kuat pada solusi teknologi iklim, terutama di subsektor energi, pangan & pertanian, perkotaan & mobilitas, pengelolaan limbah & ekonomi sirkular, dan ekosistem karbon. Bersama dengan Temasek Foundation, East Ventures telah meluncurkan Climate Impact Innovations Challenge, platform inovasi teknologi iklim terbesar di Indonesia pada tahun ini.

Platform ini menjadi wadah bagi para pemikir terbaik di Indonesia untuk menampilkan inovasi mereka dalam mengatasi tantangan ekologi dan dampak perubahan iklim. Dari banyak peserta, 12 finalis telah terpilih untuk menerima bimbingan dan bentuk dukungan lainnya, yang mengarah ke Grand Final yang sangat dinanti-nantikan pada tanggal 2 September 2023. Di sini, para finalis akan mempresentasikan solusi mereka untuk bersaing memperebutkan hadiah senilai IDR 10 miliar, membuka jalan untuk menguji coba solusi mereka di Indonesia dan mendorong perubahan positif.

Grand Final CIIC akan berlangsung selama acara bergengsi ASEAN Sustainability Forum 2023, sebuah acara sampingan dari ASEAN-Business Advisory Council (ASEAN-BAC) 2023, yang juga diselenggarakan bersamaan dengan ASEAN Indonesia 2023. Untuk menyaksikan Grand Final Climate Impact Innovations Challenge 2023, daftarkan diri Anda melalui situs web ASEAN BAC Indonesia di bagian ‘Sideline Events’.