Back
East Ventures - Batik Parang
East Ventures

Share

3 Oktober, 2022

Insights

Kenali Batik Parang dan filosofinya yang selaras dengan nilai-nilai East Ventures

Negara Indonesia terkenal dengan Batiknya—sebuah karya seni dan juga teknik khusus dalam pembuatan kain tekstil. Hingga saat ini, telah ada ratusan macam motif Batik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yang tidak hanya memiliki keindahan, namun juga makna dan filosofi yang mendalam di baliknya.

Batik telah menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia sejak abad ke-lima. Teknik ini telah digunakan untuk melukiskan seluruh siklus kehidupan manusia – kelahiran, pernikahan, dan kematian – sejak saat itu. Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia merayakan Hari Batik Nasional, hari dimana Batik diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda di tahun 2009, tepat di tahun East Ventures didirikan.

Dalam memperingati Hari Batik, kami ingin berbagi cerita tentang motif Batik East Ventures’, yakni Batik Parang.

Salah satu motif Batik tertua di Indonesia adalah Batik Parang yang berasal dari Solo, Jawa Tengah. Batik Parang telah dikenakan oleh para raja, pemimpin, dan ksatria sejak zaman keraton Mataram Kartasura di tahun 1600-an. Kata ‘Parang’ sendiri lahir dari kata ‘Pereng’, yang memiliki arti lereng. Perengan ini menggambarkan garis yang menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal, dan garis lurus ini melambangkan penghormatan dan cita-cita yang tinggi, serta kepercayaan pada nilai-nilai kebenaran.

Batik Parang juga memiliki pola berbentuk S yang terjalin tidak terputus. Pola ini melambangkan kesinambungan dan stabilitas, baik dalam arti upaya untuk terus memperbaiki diri, memperjuangkan kesejahteraan, maupun menjaga pertalian kekeluargaan. Bentuk ‘S’ ini juga diambil dari ombak samudra yang tidak pernah berhenti bergerak, dan menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Dinamika dalam pola Batik Parang ini sering diartikan sebagai ketangkasan, kewaspadaan, dan juga kontinuitas antara hal satu dengan hal lainnya.

Kami percaya bahwa filosofi di balik Batik Parang ini senada dengan karakter dan nilai-nilai East Ventures; seperti ambisi untuk semakin bertambah baik, serta ketangkasan dan kegigihan dalam ekosistem kami.

Melihat Indonesia yang memiliki ekosistem yang sangat dinamis serta memiliki pasar, talenta dan pertumbuhan yang menjanjikan untuk perusahaan startup untuk berkembang, East Ventures ingin terus mendukung perusahaan-perusahaan teknologi ini untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia.

Sejak awal, kami telah percaya pada ekosistem teknologi Indonesia, dan kami sangat bangga melihat kegigihan portfolio kami yang telah tumbuh menjadi perusahaan raksasa. Perkembangan dan ketekunan mereka dalam beberapa tahun ini telah membuahkan hasil yang besar, yakni status unicorn yang mereka sandang. Kini, kami menaungi 4 perusahaan unicorn dalam ekosistem kami: perusahaan merger antara Tokopedia dan Gojek yakni GoTo, perusahaan teknologi pariwisata Indonesia Traveloka, perusahaan fintech B2B Xendit, serta marketplace otomotif asal Singapura Carro; dan akan ada lebih banyak lagi di tahun 2022

Sama seperti seluruh dunia, pandemi COVID-19 juga sangat berpengaruh bagi ekosistem kami. Meski demikian, kami tetap melihat pertumbuhan yang luar biasa dalam keluarga kami, dan bagaimana ketangkasan mereka telah membantu mengatasi krisis pandemi ini. Salah satu contoh dari ekosistem kami adalah bagaimana Traveloka dapat bangkit kembali setelah hampir tidak menerima pendapatan akibat pandemi COVID-19. Sama halnya, Sociolla juga bertindak tepat waktu dalam mengatasi krisis, serta mengambil peluang ini untuk membuka lebih dari 30 toko offline baru di Indonesia, dan 9 toko offline di Vietnam pada tahun lalu. 

Semangat keluarga East Ventures yang tak terpadamkan ini digambarkan dalam pola ombak di Batik Parang, yang juga ditekankan dengan warna biru yang mewakili warna perusahaan kami. Hal ini mencerminkan harapan dan misi yang ingin kami capai untuk memajukan ekosistem digital di tanah air. Ekosistem kami dipenuhi dengan pencapaian luar biasa sepanjang kami berdiri, dan kami menantikan pencapaian-pencapaian baru ke depannya.