East Ventures

Share

11 April, 2023

Insights

Daya saing dan keadilan digital di Tanah Air semakin merata

Pemerataan infrastruktur dan adopsi digital di hampir semua provinsi di Tanah Air disebut sudah semakin baik pada awal 2023. Hal ini pun akan menjadi fondasi dan modal yang kuat bagi ekosistem digital Indonesia di masa depan, mendorong inovasi-inovasi dan investasi teknologi (startup) baru ke seluruh pelosok Tanah Air, serta menopang pertumbuhan ekonomi digital yang semakin berkualitas.

Hal tersebut merupakan kesimpulan dari sur vei yang dilakukan oleh pe- rusahaam modal ventura East Ventures bersama PwC Indonesia dan Katadata Insight Center dalam laporan East Ventures – Digital Competitiveness Index (EV- DCI) 2023, menjadi edisi survei ke-4 sejak pertama kali diluncurkan tahun 2020. Laporan riset mengukur daya saing digital Indonesia dengan tema “Keadilan Digital bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

EV-DCI 2023 menyajikan data daya saing digital di 38 provinsi dan 157 kota/kabupaten di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari skor EV-DCI 2023 rata-rata Indonesia yang sebesar 38,5, meningkat dibandingkan tahun se- belumnya 35,2 (2022) dan dua tahun sebelumnya 32,1 (2021).

Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, secara holistik, telah terjadi pemerataan adopsi digital yang sangat baik di semua provinsi (di luar provinsi baru hasil pemekaran) yang sudah East Ventures petakan selama empat tahun terakhir. Perkembangan adopsi digital yang pesat dan mulai merata terjadi di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Dengan infrastruktur digital yang kuat dan merata, bertumbuhnya inovasi baru di segala sektor yang inklusif dan berkesinambungan, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari investor, founder, startup, konsumen, perusahaan swasta, hingga BUMN, kita melangkah lebih cepat dan dekat dalam mencapai keadilan digital bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Namun, di tengah semakin meratanya adopsi digital, Willson mengingatkan masih banyaknya ‘pekerjaan rumah’ dan tantangan yang harus diselesaikan oleh semua pemangku kepentingan di Tanah Air, termasuk dengan terus meningkatkan adopsi digital.

“Kami akan terus mendukung pemerataan daya saing digital di Indonesia dan turut mengembangkan ekonomi digital indonesia melalui berbagai investasi dan inisiatif atau program kami,” imbuhnya.

Jakarta Terbaik

Sementara itu, skor EV-DCI 2023 ter tinggi masih dipegang oleh Provinsi DKI Jakar ta 76,6. Selanjutnya, posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Jawa Barat dan DI Yogyakarta dengan skor masing-maing 62,2 dan 54,2.

Selain itu, Jawa Tengah kembali masuk 10 besar di peringkat ke-6 dengan kenaikan skor 10,1 dan punya total skor 48,1. Provinsi Sumatera Utara juga masuk ke-10 besar dengan kenaikan skor 5,7.

Direktur Katadata Insight Center Adek Media Roza menjelaskan bahwa peningkatan daya saing digital turut dialami di provinsi di luar 10 besar. “Perbaikan nilai median selama empat tahun ber turut-turut menggambarkan peningkatan daya saing digital, khususnya pada provinsi peringkat menengah dan bawah,” tutur Adek.

EV-DCI merupakan pemetaan daya saing digital provinsi yang dibentuk dari tiga subindeks, sembilan pilar, dan 50 indikator. Subindeks pembentuknya adalah input, output, serta penunjang.

Kemudian, pilarnya terdiri atas pembentuk sumber daya manusia, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pengeluaran TIK, perekonomian, kewirausahaan dan produktivitas, ketenagakerjaan, infrastruktur, keuangan, dan regulasi dan kapasitas pemda.

Laporan riset EV-DCI juga dilengkapi dengan hasil survei terhadap 39 per usahaan digital, analisa delapan sektor, serta perspektif dari 22 tokoh. Para tokoh dan narasumber tersebut memberikan perspektif dalam menguatkan upaya peningkatan ekonomi digital menuju keadilan digital bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dukungan Pemerintah

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa pemerintah ter us mendorong para pemain/penyedia jasa telekomunikasi untuk terus aktif membangun infrastr uktur jaringan sampai ke pelosok.

Pemerintah juga terlibat dalam penyediaan jaringan tulang punggung (backbone) fiber optik melalui proyek Palapa Ring dan satelit multifungsi Satria. Di sisi hilir, pemerintah bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk swasta, untuk mengadakan pelatihan keterampilan teknologi digital.

Pemerintah pun disebutnya telah menggelar pelatihan literasi digital dan pembinaan usaha agar pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) melek pemasaran digital melalui program Bangga Buatan Indonesia.

“Dan yang terpenting, saat ini, pemerintah ingin kebijakan yang menyangkut dengan masalah koor- dinasi antara pusat dan daerah yang seringkali tidak selaras menjadi lebih baik ke depannya,” tutur Luhut.

Ekonomi Digital

Seiring dengan itu, ekonomi digital di Tanah Air terus ber tumbuh yang didukung oleh konsumsi yang kuat dan digitalisasi semakin meluas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun berharap bahwa pertumbuhan digital di berbagai daerah dapat dinikmati secara merata oleh semua lapisan rakyat Indonesia.

“Ekonomi digital diharapkan mempunyai ekonomi yang inklusif, agile, berkelanjutan, ser ta dapat memastikan bahwa rakyat Indonesia bisa memanfaatkan per tumbuhan digital tersebut. Dalam kerangka pengembangan ekonomi digital 2022-2030, tentu ini dapat berkontribusi untuk mencapai visi negara Indonesia 2045,” ujar Airlangga.

Pertumbuhan ekonomi digital tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pemangku kepentingan di berbagai sektor. Pemerintah bersama sektor swasta bekerja sama dalam menjaga perkembangan digitalisasi di sektor-sektor esensial, antara lain fintech, logistik, edtech, dan healthtech.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki disebut terus mendorong transformasi digital UMKM melalui kolaborasi dengan e-commerce. Selain itu Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mendorong lingkungan untuk berinovasi bagi pelaku startup. Sedangkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut, kolaborasi dengan startup suatu keniscayaan.

Pertumbuhan ekonomi digital terus menunjukkan tren positif. Untuk menghadapi tahun 2023, strategi yang tepat untuk mempertahankan perkembangan ekonomi digital di Indonesia dengan cara pemerataan digitalisasi, penguatan fundamental bisnis, peningkatan kolaborasi, dan penerapan environmental, social, dan governance (ESG).

“Pengambilan langkah kolektif diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam membentuk value add yang mendukung terjadinya pemerataan ekonomi digital yang berujung pada peningkatan ekonomi nasional secara keseluruhan,” kata Partner dan NextLevel Leader PwC Indonesia Radju Munusamy.


Artikel asli diterbitkan di Investor Daily Indonesia pada Sabtu/Minggu, 8-9 April 2023.